Setelah resmi dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir mengambil langkah awal yang cukup serius dalam menyusun visi besar bagi masa depan kepemudaan dan keolahragaan Indonesia. Ia menyerukan gerakan pemuda yang bersatu serta menggagas penyusunan road map olahraga dan pemuda hingga tahun 2045 sebagai landasan pembangunan berkelanjutan.

Seruan Persatuan dan Pemberdayaan Pemuda
Dalam sejumlah kesempatan publik sejak pelantikannya, Erick Thohir menekankan bahwa pemuda Indonesia harus menjadi tulang punggung penggerak perubahan, dengan semangat persatuan sebagai fondasi. Ia menyebut bahwa negara akan menghadapi berbagai tantangan—baik dari sisi internal maupun eksternal—yang hanya bisa dilalui jika generasi muda memiliki rasa kebersamaan yang kuat.
Beberapa poin penting terkait perspektif Erick:
-
Olahraga sebagai pemersatu bangsa: Menpora percaya bahwa olahraga bisa menjadi salah satu alat yang menyatukan berbagai elemen masyarakat, melampaui perbedaan suku, agama, dan latar belakang. bahwa Indonesia memiliki populasi pemuda besar yang harus dipersiapkan agar mampu bersaing di kancah global, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga dari sisi kualitas sumber daya manusia. Sinergi antar-instansi: Ia menegaskan bahwa program pemuda dan olahraga tidak bisa berdiri sendiri. Erick mendorong kolaborasi antara Kemenpora dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains & Teknologi, Kementerian Sosial, dan lembaga lainnya untuk menciptakan program yang saling melengkapi.
Peta Jalan Olahraga & Kepemudaan Hingga 2045
Salah satu gagasan paling konkret dari Erick Thohir adalah menyusun road map nasional olahraga dan kepemudaan hingga tahun 2045, yang akan menjadi acuan kebijakan dan program secara jangka panjang.
Langkah-langkah awal
-
Erick berencana mengundang semua mantan Menpora untuk berdiskusi dan menyatukan visi peta jalan ke depan. Ia ingin agar tidak ada peta jalan terpisah tiap periode, melainkan satu konsensus nasional yang menyatukan langkah. Menurutnya, sebelum mulai merumuskan program detail, ia akan melakukan secara internal serah terima jabatan dan menggelar rapat pimpinan di Kemenpora untuk mengevaluasi apa saja tantangan selama ini, serta mencari terobosan agar sistem keolahragaan lebih bersih, transparan, dan bebas dari stigma negatif. yang cukup serius dalam menyusun visi besar bagi masa depan kepemudaan dan keolahragaan Indonesia. Ia menyerukan gerakan pemuda yang bersatu serta menggagas penyusunan road map olahraga dan pemuda hingga tahun 2045 sebagai landasan pembangunan berkelanjutan.
-
Seruan Persatuan dan Pemberdayaan Pemuda
Dalam sejumlah kesempatan publik sejak pelantikannya, Erick Thohir menekankan bahwa pemuda Indonesia harus menjadi tulang punggung penggerak perubahan, dengan semangat persatuan sebagai fondasi. Ia menyebut bahwa negara akan menghadapi berbagai tantangan—baik dari sisi internal maupun eksternal—yang hanya bisa dilalui jika generasi muda memiliki rasa kebersamaan yang kuat.
-
Olahraga sebagai pemersatu bangsa: Menpora percaya bahwa olahraga bisa menjadi salah satu alat yang menyatukan berbagai elemen masyarakat, melampaui perbedaan suku, agama, dan latar belakang. emuda: Erick menyebut bahwa Indonesia memiliki populasi pemuda besar yang harus dipersiapkan agar mampu bersaing di kancah global, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga dari sisi kualitas sumber daya manusia. am pemuda dan olahraga tidak bisa berdiri sendiri. Erick mendorong kolaborasi antara Kemenpora dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains & Teknologi, Kementerian Sosial, dan lembaga lainnya untuk menciptakan program yang saling melengkapi.
Peta Jalan Olahraga & Kepemudaan Hingga 2045
Salah satu gagasan paling konkret dari Erick Thohir adalah menyusun road map nasional olahraga dan kepemudaan hingga tahun 2045, yang akan menjadi acuan kebijakan dan program secara jangka panjang.
Langkah-langkah awal
-
Erick berencana mengundang semua mantan Menpora untuk berdiskusi dan menyatukan visi peta jalan ke depan. Ia ingin agar tidak ada peta jalan terpisah tiap periode, melainkan satu konsensus nasional yang menyatukan langkah.
-
Menurutnya, sebelum mulai merumuskan program detail, ia akan melakukan secara internal serah terima jabatan dan menggelar rapat pimpinan di Kemenpora untuk mengevaluasi apa saja tantangan selama ini, serta mencari terobosan agar sistem keolahragaan lebih bersih, transparan, dan bebas dari stigma negatif.
-
Erick juga mengungkapkan bahwa ia akan mempelajari hambatan-hambatan yang selama ini mengganggu perkembangan olahraga dan aktivitas pemuda, serta merumuskan strategi agar program kepemudaan dan olahraga dapat berjalan selaras dan berkelanjutan.
Ruang lingkup yang diharapkan
Peta jalan tersebut tak hanya mencakup aspek prestasi olahraga, tetapi juga pembangunan karakter, infrastruktur, sistem pembinaan atlet, pembiayaan, regulasi, serta aspek peningkatan akses dan fasilitas pemuda di daerah. Erick ingin agar kebijakan olahraga tidak hanya bersifat “event-driven”, melainkan memiliki kesinambungan jangka panjang yang mendasar.
Tantangan & Harapan
Tantangan:
-
Konsolidasi visi dan kepentingan antar-aktors
Mengundang para mantan Menpora memang langkah awal, tapi menyatukan visi yang berbeda era dan kepemimpinan bukan pekerjaan mudah. Setiap periode bisa memiliki prioritas berbeda. -
Menata sistem lama yang terbebani stigma negatif
Erick menyebut bahwa dunia olahraga Indonesia selama ini “banyak stigma yang kurang sehat.” Semua elemen harus diperbaiki — mulai dari tata kelola organisasi olahraga, alokasi dana, hingga mekanisme pengawasan. -
Koordinasi antar lembaga dan kelembagaan daerah
Karena targetnya nasional dan jangka panjang, peta jalan harus bisa diterjemahkan ke tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, dan melibatkan berbagai instansi — pendidikan, sosial, kesehatan, dan pemerintah daerah. -
Pendanaan dan sumber daya manusia
Tanpa dukungan keuangan yang memadai dan SDM yang kompeten, peta jalan bisa jadi hanya retorika. Erick harus memastikan anggaran cukup dan eksekutor di lapangan siap.
Harapan dan dampak positif:
-
Bila peta jalan berhasil diimplementasikan, Indonesia bisa memiliki arah yang jelas dalam pengembangan atlet, pembinaan olahraga akar rumput, dan pembentukan karakter generasi muda.
-
Olahraga yang maju dan transparan bisa meningkatkan kebanggaan nasional serta memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.
-
Program-program pemberdayaan pemuda yang terintegrasi dapat membuka ruang lebih luas bagi pemuda (di luar olahraga) untuk berkontribusi melalui inovasi, kewirausahaan, dan kepemimpinan.
Erick juga mengungkapkan bahwa ia akan mempelajari hambatan-hambatan yang selama ini mengganggu perkembangan olahraga dan aktivitas pemuda, serta merumuskan strategi agar program kepemudaan dan olahraga dapat berjalan selaras dan berkelanjutan.
-
Ruang lingkup yang diharapkan
Peta jalan tersebut tak hanya mencakup aspek prestasi olahraga, tetapi juga pembangunan karakter, infrastruktur, sistem pembinaan atlet, pembiayaan, regulasi, serta aspek peningkatan akses dan fasilitas pemuda di daerah. Erick ingin agar kebijakan olahraga tidak hanya bersifat “event-driven”, melainkan memiliki kesinambungan jangka panjang yang mendasar.
Tantangan & Harapan
Tantangan:
-
Konsolidasi visi dan kepentingan antar-aktors
Mengundang para mantan Menpora memang langkah awal, tapi menyatukan visi yang berbeda era dan kepemimpinan bukan pekerjaan mudah. Setiap periode bisa memiliki prioritas berbeda. -
Menata sistem lama yang terbebani stigma negatif
Erick menyebut bahwa dunia olahraga Indonesia selama ini “banyak stigma yang kurang sehat.” Semua elemen harus diperbaiki — mulai dari tata kelola organisasi olahraga, alokasi dana, hingga mekanisme pengawasan. -
Koordinasi antar lembaga dan kelembagaan daerah
Karena targetnya nasional dan jangka panjang, peta jalan harus bisa diterjemahkan ke tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, dan melibatkan berbagai instansi — pendidikan, sosial, kesehatan, dan pemerintah daerah. -
Pendanaan dan sumber daya manusia
Tanpa dukungan keuangan yang memadai dan SDM yang kompeten, peta jalan bisa jadi hanya retorika. Erick harus memastikan anggaran cukup dan eksekutor di lapangan siap.
Harapan dan dampak positif:
-
Bila peta jalan berhasil diimplementasikan, Indonesia bisa memiliki arah yang jelas dalam pengembangan atlet, pembinaan olahraga akar rumput, dan pembentukan karakter generasi muda.
-
Olahraga yang maju dan transparan bisa meningkatkan kebanggaan nasional serta memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.
-
Program-program pemberdayaan pemuda yang terintegrasi dapat membuka ruang lebih luas bagi pemuda (di luar olahraga) untuk berkontribusi melalui inovasi, kewirausahaan, dan kepemimpinan.
